Blog

Mitos Tentang Cincin Kawin

Cincin pernikahan adalah bagian paling penting dari setiap upacara pernikahan. Mereka melambangkan persatuan suami istri. Tahukah Anda bahwa di beberapa negara dan budaya, mereka memiliki mitos dan legenda yang berbeda tentang cincin kawin? Demikian juga dengan mahar kawin, mahar nikah, jual mahar nikah, jual cincin kawin, jual cincin emas, undangan kawin, undangan nikah, undangan pernikahan. Banyak informasi yangsaling berkaitan dengan semua bagian pesta pernihakan ini. Menurut orang Mesir dan budaya lainnya, cincin itu merupakan simbol kekekalan karena bulat. Bagi mereka, tidak ada awal dan akhir. Bentuk bulat cincin itu sama dengan matahari dan bulan yang disembah. Lubang di tengah cincin juga penting bagi mereka karena melambangkan pintu gerbang atau pintu.
Saat ini, sebagian besar dari kita mengenakan cincin di jari telunjuk tangan kiri kita. Sebagian besar orang yang saya kenal saat ditanya mengapa mereka mengenakan cincin di jari telunjuk ketiga mereka, biasanya menjawab, “Karena itu yang paling dekat dengan hati”. Inilah kepercayaan sebagian besar dari kita percaya. Ibu saya bilang itu karena vena pada jari ketiga tangan kiri terhubung ke jantung. Mengapa di tangan kiri dan tidak di kanan? Nah, selain dari alasan bahwa tangan kiri memiliki pembuluh darah ke jantung, orang lain juga percaya bahwa ketika pengantin pria menghadap pengantin wanita dan mengulurkan tangan kepadanya dengan tangan kanannya, dia biasanya akan menyentuh tangan kiri istrinya. Dengan demikian, cincin diletakkan di jari tangan kiri.
Cincin juga hadir dalam berbagai warna. Saat Anda akan menikah, Anda harus memilih antara emas, platinum, perak atau emas putih. Meski dalam cerita rakyat Irlandia, mereka percaya bahwa itu adalah nasib buruk jika Anda menikah dan cincin Anda tidak dibuat dengan emas.

Ada juga kisah istri tua bahwa cincin pernikahan bisa memprediksi jenis kelamin bayi. Saya ingat nenek saya mengatakan kepada saya bahwa menggantung cincin nikahnya dengan seutas tali di atas perut wanita hamil dapat mempengaruhi jenis kelamin bayi. Menurut mitos, jika seutas tali dengan cincin berayun dalam gerakan melingkar, bayinya akan menjadi perempuan. Namun, jika cincin itu bergoyang seperti bandul, bayi itu dikatakan anak laki-laki.

Saat ini, kebanyakan pasangan tidak percaya dengan mitos dan cerita rakyat ini. Saya juga tidak percaya akan hal ini. Bagi saya, cincin kawin adalah tentang iman dan cinta. Jika pasangan saling mencintai satu sama lain dan jika mereka memiliki kepercayaan terhadap persatuan mereka, maka tidak ada yang bisa membahayakan pernikahan mereka. Semuanya akan berakar kembali ke cincin pernikahan. Terlepas dari bagaimana mereka memakai cincin mereka, atau warna atau bahan apa cincin mereka dibuat, yang terpenting adalah cinta tanpa akhir yang disimbolkan oleh cincin nikah mereka.

Kita sekarang di zaman modern dan cincin untuk pernikahan hadir dalam banyak desain dan warna. Meski beberapa pasangan lebih suka gaya tradisional, masih ada pasangan yang suka memiliki desain yang unik, indah dan kontemporer. Sekarang banyak toko jual cincin kawin dengan batu dan detail indah. Yang paling umum adalah jual cincin kawin dengan berlian. Sekarang apa arti cincin nikah bagimu? Banyak pendapat akhirnya diberikan, cincin pernikahan adalah untuk pasangan yang tidak percaya pada cerita rakyat tapi dalam cinta dan komitmen abadi satu sama lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *