Blog

Simbolisme Cincin Kawin di Jaman Modern

Simbolisme cincin kawin sebenarnya bervariasi dari satu budaya ke kebudayaan lainnya. Sifat simbolis keseluruhan dari cincin emas untuk pernikahan dapat dilihat sebagai satu lingkaran terus-menerus dan mulus yang menunjukkan harapan terus-menerus dalam pernikahan. Sebagai alternatif, dapat dilihat sebagai cincin yang diletakkan di jari sebagai rasa “kepemilikan”. Simbol dan simbol cincin pernikahan telah berubah selama bertahun-tahun dan terus berkembang seiring berjalannya waktu.Artikel ini akan berhubungan dengan segala sesuatu tentang mahar kawin, mahar nikah, jual mahar nikah, jual cincin kawin, jual cincin emas, undangan kawin, undangan nikah, undangan pernikahan.
Sepanjang sejarah ada konotasi magis yang terkait dengan pemakaian cincin. Mereka pernah dianggap memiliki perlindungan protektif atau magis bagi siapa saja yang memakainya. Memberkati mereka atau melantunkan dan canting dianggap sebagai pelindung tambahan. Dalam upacara pernikahan tradisional hampir semua denominasi cincin diberkati sebelum mereka dipertukarkan. Praktik ini dimulai pada hari-hari di mana cincin itu menawarkan perlindungan.
Mengapa kita menempatkan cincin pernikahan di sebelah kiri? Mengapa kita memakainya di jari ketiga? Tidak semua pabean setuju dengan filosofi ini dan ada banyak budaya yang memakai cincin perkawinan di sebelah kanan. Asal usul tradisi semacam itu bisa ditelusuri kembali ke Roma Kuno. Orang-orang Romawi yakin bahwa jari ini berisi arteri tertentu yang tidak terganggu dari tangan ke jantung. Arteri ini diperkirakan hanya berada di jari ketiga tangan kiri.
Tentu saja, ada banyak teori kidal yang berkontribusi pada tradisi lanjutan. Jam tangan dan cincin sering pergi di tangan kiri sebagai simbol kedamaian. Tangan kanan dianggap sebagai tangan pedang, dan gerakan mendadak dengan tangan kanan bisa mengarah pada persepsi bahaya. Tangan kiri dianggap sebagai tangan yang memiliki ketangkasan terbatas dan dengan demikian bisa dipercaya jika melakukan gerakan. Teori itu jelas diperdebatkan oleh individu kidal.
Cincin itu sendiri biasanya cukup polos, meskipun kebiasaan Celtic memerlukan cincin hiasan halus yang dihiasi secara pribadi dan pribadi. Sifat sederhana cincin pernikahan dianggap berasal dari pemahaman universal. Tidak seperti cincin lainnya, yang bisa dipakai hanya untuk kecantikan, band sederhana akan menjadi simbol yang dikenal di mana-mana dan oleh semua orang.
Hampir setiap budaya di dunia menukar cincin sebelum atau selama upacara pernikahan. Tidak semua budaya mendukung kebutuhan pria akan cincin pernikahan. Setiap budaya menyadari bahwa simbolisme cincin kawin berhubungan langsung dengan komitmen dan janji masa depan yang disegel dalam kebersamaan. Bagi beberapa orang ini mungkin sebuah kepercayaan yang tidak membuat cukup nyaman dan berseberangan dengan ide kebebasan. Sebuah ide yang beberapa decade terakhir menjadi concern hampir setiap individu yang hidup di negara maju, bahkan kini telah melebar di negara-negara dunia ketiga. Tidak dapat disangkal ide kebebasan dalam hal apapun ini cukup menyenangkan, namun sangat bertentangan dengan konsitusi pernikahan itu sendiri. Tidak ada perdebatan dalam hal ini, pilihan jatuh pada masing-masing individu. Kembali kepada kepercayaan dan simbolisme dari sebuah cincin yang memberi lambing kuat atas kebersamaan dan “kepemilikan”, serta penyesuaiannya pada perkembangan pandangan sosian masyarakat. Sebuah cincin pernikahan tetap dianggap sakral dan masih banyak yang menginginkannya meskipun di jaman modern ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *